SANG KEPALA MARTIL WAKILI SUARA KAUM KERDIL

Oleh: Syaifullah "EVOL" Maruf


“Perlawanan: Tuangkan lewat musik, aksikan lewat aspirasi”

Bersamaan hari pelepasan album kedua Viscral ‘Entrance Into Terrifying Imagery’ pada 23 April 2021, unit hardcore asal Palopo (Sulawesi Selatan) HAMMERHEAD merilis single kedua yang bertitel ‘Agresi Jelata’ dalam format digital di berbagai platform musik seperti Spotify, Deezer, iTunes dan yang lainnya dengan Dope Stereo selaku aggregator.

Band yang terbentuk sejak 2016 ini menghabiskan waktu kurang lebih 2 (dua) bulan di Athena Annihilator Records untuk proses pemantapan materi, rekaman hingga mixing dan masteringnya. Penggarapan yang cukup proporsional bagi tiap-tiap personil, untuk menghasilkan lagu berdaya ledak dalam menyongsong mini album di tahun ini. Pihak band memaparkan akan ada sedikitnya 6 (enam) track dalam EP tersebut. “Insya Allah, rencana tahun ini kami mau menggarap mini album. Lumayan, sudah ada 4 sampai 5 track, soal judul album kami masih diskusi ama teman-teman.” Ungkap Ferdian kepada Throne Madness.

Terkait tema lagu ‘Agresi Jelata’, Hammerhead bukanlah band yang “Tong kosong nyaring bunyinya”. Mereka tidak sekedar meneriakan kritik sosial dan politik lewat musiknya yang keras, tapi mereka turut ambil andil dalam setiap aksi demonstrasi untuk membela kaum fakir yang terintimidasi. Kita dapat melihat visualisasi perlawanan mereka lewat sampul single ‘Agresi Jelata’ yang diambil langsung saat aksi menolak Omnibus Law di depan kantor DPRD Palopo.

Hammerhead boleh dikatakan band yang cukup kenyang akan aksi panggung, baik di dalam maupun di luar Kota Palopo. Salah satu event yang cukup berkesan ialah di Megoraground Fest 2017 dimana event tersebut termasuk ke dalam rangkaian tour album ke-8 (delapan) Siksa Kubur. Selain itu, Hammerhead juga sempat menyisipkan single pertamanya ‘Fight For Freedom’ dalam album kompilasi Celebes Extreme Musick #2 “Torture Existence” yang rilis pada 26 Februari 2018, sebuah kompilasi yang diisi oleh band-band underground Sulawesi di bawah bendera Venomous Merch.

Kini tiba saatnya kita menantikan EP dari unit yang memiliki influence dari Warzone, Agnostic Front, Black Flag, Hatebreed, Gorilla Bisquits, Suicidal Tendencies, dan Homicide tersebut.

Stay awake and keep fight!



Lirik :

Jeritan derita jelata

Menghujat-hujat dalam megafon

Menderukan rima pengujat

Sabotase para tirani

Gemuruh dendam meronta

Melepas jerat hidup traumatis

Deretan nalar militan

Berbaris buas di atas segala kecaman

Oh

Agresi jelata

Agresi jelata

Ambisi yang terkafani anarki tak kan pernah sudi bersekutu tirani

Lantunan rintih para fakir adalah mortar abadi pemberontakan

Nalar agresif mengecam menuntut di atas nama keadilan

Agresi jelata adalah tuntutan kutukan keadilan dan kebebasan

Agresi jelata (7x)

Agresi… Agresi… Agresi jelata


----------------------------

Band : Hammerhead

Origin : Palopo, South Sulawesi, Indonesia

Formed : 2016

Song : Agresi Jelata

Genre : Hardcore

Members : Achmad Riadi (vocals), Ferdiansyah (guitar), Erick Fernando (bass), Much. Ricky (drums), Rudian (guitar)

Font logo : Akbar Agung (God Empire)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PARTY CHAOS Merilis Mini Album Self Titled

EXTREME DECAY Lepaskan Video “Dekomposer” dan segera mengedarkan Vinyl 12" Downfall Of A God Complex di Indonesia