Pendewasaan LOCKDOWN Lewat "Cosmic Genocide"
Band asal Makassar, Lockdown, terus mengalami pendewasaan musikalitas sejak terbentuk pada 2019 silam. Setelah meletupkan mini album bertajuk "Doctrination" di tahun 2022, Lockdown kembali menggeber dengan nomor tunggal berjudul "Cosmic Genocide" per tanggal 27 Juli 2023 dalam format digital.
Lewat single teranyar kali ini, Lockdown menyuguhkan musik yang lebih berat dengan genre deathcore. Mengambil referensi bermusik dari band-band seperti Thy Art is Murder, Aversion Crown, Mental Cruelty, Lorna Shore, Chelsea Grin, Crown Magnetar, Revenge the Fate, hingga Deadsquad, lagu ini bisa kalian nikmati di platform musik kesayangan kalian.
"Cosmic Genocide" sebetulnya telah direkam sejak akhir 2022 di One Music Studio dan proses mixing & mastering-nya ditangani oleh seorang teman yang tidak ingin disebutkan namanya. Namun karena dua personel Lockdown sebelumnya memutuskan hengkang, Sandi (vokal) yang tersisa seorang diri harus kembali melakukan reformasi member.
Hingga menjelang pertengahan tahun 2023, terbentuklah formasi Lockdown yang terbaru, yakni Satria Sandi (vokal), M. Ayyub Aldryan (gitar), Hendri (gitar), M. Andre Sugisna Sugiono (dram). Formasi ini pun telah beberapa kali tampil bersama di event lokal Makassar.
Secara harfiah, "Cosmic Genocide" terdiri dari dua kata, yaitu Cosmic yang menurut ilmu astrofisika merupakan cahaya yang mampu menembus ruang angkasa hingga ke permukaan Bumi, dan Genocide yang berarti pembantaian. Hingga dapat disimpulkan, "Cosmic Genocide" mencoba menarasikan sebuah invasi dan pembantaian oleh energi dahsyat terhadap suatu tatanan yang ingin dihapuskan dari sejarah, sekaligus melakukan validasi terhadap eksistensi energi tersebut.
Hal ini mengisyaratkan bahwa "Cosmic Genocide" akan menjadi langkah awal Lockdown dalam agendanya menyusun serangan berikutnya. Mengingat single ini merupakan gerbang menuju perilisan album penuh mereka yang kini tengah digarap, dan telah mengantongi setidaknya empat materi lagu baru. Direncanakan album penuh ini akan dilepas ke ruang dengar publik di akhir 2023.
Untuk materi selanjutnya, akan mulai dikerjakan pada Agustus tahun ini dengan mengajak serta Azrul Efendy, vokalis dari band Nocturnal Victims untuk mengisi bagian vokal di salah satu lagu selanjutnya. Kontribusi Azrul selain akan ikut mengisi bagian vokal, dia juga berperan dalam proses pengeditan gambar sampul single "Cosmic Genocide".
Bicara soal band yang mengubah genre dalam perjalanan karirnya, bukan perkara yang cukup mudah. Hal tersebut kadang mengundang pro dan kontra dari pendengar, serta juga perlu melakukan penyesuaian bagi anggota band yang lain. Namun hal ini ditanggapi positif oleh Lockdown, "Kalau saya pribadi fine-fine saja (suatu band mengubah genre), karena untuk mempertahankan suatu band butuh perubahan." kata Sandi mewakili. "Perubahan genre bisa dibilang tidak konsisten dalam suatu band. Akan tetapi untuk pendewasaan musikalitas, (perubahan genre) itu bisa saja diperlukan", lanjutnya. "Bagi saya konsisten bermusik itu dinilai dari kinerja suatu band membuat karya.", pungkasnya.
Contact:
WhatsApp : 082151834272
Email : official.lockdown.id@gmail.com
Instagram : @officiallockdown_
Facebook : Lockdown
Reverbnation : Lockdown
Bandcamp : Album Doctrination
Spotify : Lockdown
Youtube : Lockdown

Komentar
Posting Komentar