Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2023

EXTREME DECAY Lepaskan Video “Dekomposer” dan segera mengedarkan Vinyl 12" Downfall Of A God Complex di Indonesia

Gambar
Extreme Decay merupakan unit pengusung musik grindcore yang terbentuk di kota Malang pada tahun 1998. Sejak awal karirnya, mereka sudah langsung memproduksi berbagai karya rekaman dalam berbagai format. Sejauh ini Extreme Decay telah merilis 4 full length album, juga sejumlah proyek split dan kompilasi baik nasional maupun internasional melalui berbagai label rekaman di Indonesia maupun luar negeri selama kurang lebih dari 25 tahun eksistensi mereka.   Setelah mengalami pergantian berbagai personil, Formasi Extreme Decay saat ini digawangi oleh Ravi (gitar/vokal), Ruli (gitar/vokal), Anizar (bass/vokal), dan Eko (drum)..Meski salah satu personelnya yaitu gitarisnya sekarang berdomisili berjauhan di Pekanbaru, mereka berempat tetap berkomunikasi secara intens, merancang materi untuk lagu baru serta siap kembali dengan karya dan agenda berikutnya. Listen Now Dengan dirilisnya album penuh Extreme Decay yang keempat bertitel Downfall Of A God Complex oleh Grieve Records label rekaman d...

SAMUM Merilis Music Video "Justice"

Gambar
Akhir tahun 2022, pada 12 Desember label rekaman independen di bawah naungan Samum management, Atonality Records merilis single berjudul Justice. Single tersebut kemudian dirilis dalam bentuk video musik untuk mem-visualisasi kan sebuah makna keadilan dari lagu Justice ini. Dede selaku vokalis juga menjelaskan karya Justice ini adalah sebuah keresahan yang dia rasakan secara personal terhadap kehidupan, dunia, dan juga kondisinya saat mendapatkan perlakuan yang negatif terhadap lingkungannya. Karya video musik ini diproduksi oleh Resolusi Audio Visual dan diarahkan langsung oleh Ifan Adhitya. Ifan Adhitya sendiri sebelumnya, merupakan director dan juga DOP dari beberapa video musik dari sejumlah karya ternama lainnya, sebut saja Frontxside (Makassar), Dead of Destiny (Makassar), Pindo (Surabaya), dan dia juga merupakan Chief Director dari Resolusi Audio Visual. Dalam karya video musik ini, Ifan menceritakan kolase momen peperangan yang tidak adil terhadap warga sipil yang terkena dampa...

JERUJI Merilis Singel "Bernyawa"

Gambar
Legendary Hardcore Punk asa Bandung Jeruji kembali dengan karya teranyar mereka. Band yang sudah berdiri sejak tahun 1996 ini tidak ingin berhenti melahirkan karya yang cukup dinantikan penggemarnya. Menyisakan empat orang personil didalamnya antara lain,  Rangga (vocal), Sani Harjasyah (Drum), Hendy Hanafi (Bass), dan Moh. Irsyad Ridlwan (gitar). Dengan empat orang player saat ini Jeruji tidak ingin hanya menunjukan eksistensi namun mereka masih ingin mengambil andil dalam bersuara lantang untuk pergerakan kemanusiaan dan skena music ekstrim. Tepat di tanggal 30 September ini Jeruji akan memasuki usia ke 27 tahun, bukan perjalanan yang mudah melewati 27 tahun berkarya. Jeruji ingin menunjukan konsistensi mereka dengan musik dan bait-bait lirik yang tajam dengan konsentrasi kepada isu-isu yang selalu mereka usung. Fase terbaru yang sedang mereka hadapi saat ini, turun naik perjalanan yang mereka jalani tidak serta merta menyurutkan keyakinan langkah mereka. Satu karya terbaru siap ...

BLACKANDJE FEST 2013 "Rise Into Flames"

Gambar
Tiga belas tahun Blackandje telah bergerilya mengukuhkan eksistensinya di skena musik rock dan metal Tanah Air.  Berawal dari toko album rekaman fisik dan merchandise di Kemang, Jakarta Selatan hingga hijrah ke Cijantung, Jakarta Timur dan melebarkan sayapnya sebagai Blackandje Records dengan membuka divisi record label dan recording studio.   Menjadi induk manufaktur karya anak bangsa yang ‘berbahaya’. Noxa, Deadsquad, Rajasinga, Dead Vertical, Suri, Bvrtan, Djin, Fraud, Viscral, Darksovls, Bonga Bonga, Vlaar.    Tidak hanya itu. Kecintaan dan dedikasinya terhadap  s cene  rock dan metal diwujudkan melalui berbagai aktivasi dan event. Noxa Fest 2017, Noxa Fest 2018, 12 Years of Deadsquad, Sabbath x Metalucifer 2019 yang menjadi pemantik gagasan lahirnya Blackandje Fest yang pertama pada 2019. Selain itu, Blackandje juga menggelar event reguler berskala komunitas secara independen , yakni  Rebirth of Chaos, Intima te  Show, dan Black Mantra. Semua...

BONE UNDERGROUND: SUBSTANSI DAN MISI EDUKASI

Gambar
Penulis:  Syaifullah Ma’ruf “Mosh for fun not for violence”  adalah jargon yang digaungkan oleh Bone Underground, sebuah komunitas pergerakan musik bawah tanah yang menjadi wadah bagi pelaku dan musisi independen di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Komunitas yang terbentuk di awal tahun 2023 ini menjadikan penyatuan berbagai komunitas musik di Bone sebagai salah satu visinya. Sesuai jargonnya di atas, Bone Underground secara gencar melakukan kampanye kepada setiap  audience , baik secara langsung saat di gigs, maupun lewat postingan di sosial media bahwa tujuan  moshing  bukanlah untuk menyakiti orang lain secara sengaja melainkan untuk bersenang-senang. Bahkan Bone Underground tidak segan-segan mengusir oknum provokatif yang berpotensi menimbulkan kerusuhan di setiap acara yang mereka gelar. Hal ini dilakukan bukan tanpa dasar yang kuat, mengingat skena di Bone – yang berdasarkan penulusuran author – merupakan skena yang cukup ‘panas’. Belum lekang dari ingata...

SAJIAN HARDCORE GELAP VORRGS

Gambar
 Penulis: Syaifullah Maruf Straight to the face . Seutas kalimat yang menggambarkan suguhan lagu-lagu dalam " Slaughter ", album yang rilis pada 10 Agustus 2023 ini digarap secara mandiri oleh  Vorrgs , band pendatang baru asal Gorontalo. Album ini merangkum sembilan track yang menyajikan musik cepat dan singkat berirama tegas hardcore punk dengan total durasi lebih dari delapan menit.   Listen Now Vorrgs mengangkat tema lirik berbau kegelapan  dan  cult  ditambah balutan  nuansa  black metal  yang  semakin memberi  experience  menarik di tengah maraknya kemunculan band-band pendatang baru di ranah musik hardcore belakangan ini.  Selain tema dan gaya sound sebagai pembeda, lini depan Vorrgs diisi oleh seorang wanita yang cukup jarang ditemui pada formasi band ekstrim lainnya. Sehari sebelum album “Slaughter” dilepas ke ruang dengar publik (Bandcamp dan YouTube), Vorrgs yang digawangi oleh Aiga Hippy (vokal), Nuhina (gitar,...

Pendewasaan LOCKDOWN Lewat "Cosmic Genocide"

Gambar
Band asal Makassar, Lockdown, terus mengalami pendewasaan musikalitas sejak terbentuk pada 2019 silam. Setelah meletupkan mini album bertajuk "Doctrination" di tahun 2022, Lockdown kembali menggeber dengan nomor tunggal berjudul " Cosmic Genocide " per tanggal 27 Juli 2023 dalam format digital. Lewat single teranyar kali ini, Lockdown menyuguhkan musik yang lebih berat dengan genre deathcore. Mengambil referensi bermusik dari band-band seperti Thy Art is Murder, Aversion Crown, Mental Cruelty, Lorna Shore, Chelsea Grin, Crown Magnetar, Revenge the Fate, hingga Deadsquad, lagu ini bisa kalian nikmati di platform musik kesayangan kalian. "Cosmic Genocide" sebetulnya telah direkam sejak akhir 2022 di  One Music Studio  dan proses mixing & mastering-nya ditangani oleh seorang teman yang tidak ingin disebutkan namanya. Namun karena dua personel Lockdown sebelumnya memutuskan hengkang, Sandi (vokal) yang tersisa seorang diri harus kembali melakukan reformasi...